Puslitbang Polri Laksanakan Supervisi dan Penelitian di Polres TTS: Evaluasi Almatsus Dalmas hingga Dukung Program Ketahanan Pangan
Tribratanewstts.com – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar kegiatan supervisi sekaligus penelitian strategis di Polres Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (03/06/2026).
Kedatangan tim Puslitbang Polri disambut langsung oleh Waka Polres TTS, Kompol Ibrahim, S.H., bersama sejumlah pejabat utama dan perwira di jajaran Polres TTS. Tim peneliti dipimpin oleh Kombes Pol Danang Sarifudin, S.I.K., didampingi anggota Pembina Tk I Ahmad Munif, S.H., M.Si., dan Penata Tk I Mulyanto, S.E. Guna menjamin kedalaman dan objektivitas kajian, tim juga menggandeng narasumber ahli dari kalangan akademisi, yakni Prof. Dr. Drs. Suryadi, M.T., dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia.
Selain unsur pimpinan kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasat Samapta Polres TTS Iptu Sunaryono, S.H., Kapolsek Mollo Selatan Ipda M. Syarif Hidayatullah, SE, serta personel Sat Samapta dan perwakilan dari Polsek Mollo Selatan. Kehadiran unsur masyarakat dan pemangku kepentingan sektor pertanian turut hadir, antara lain perwakilan Kelompok Tani Mekar Bersama (Marce Tamelan dan Herman Tamelan), Kelompok Tani Tonatun (Abraham Selan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Karang Siri Welminca Hause, serta Kepala Gudang Bulog Kabupaten TTS, Teguh.

Dalam kunjungan kerja tersebut, tim Puslitbang Polri menitikberatkan kajian pada dua fokus utama yang menjadi prioritas tugas kepolisian sekaligus tanggung jawab sosial negara.
Fokus pertama adalah penelitian bertajuk “Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik dalam rangka Harkamtibmas”. Tim peneliti melakukan pemeriksaan mendetail terhadap kelengkapan, kondisi, dan kelayakan Alat Material Khusus (Almatsus) yang dimiliki Polres TTS.

Pemeriksaan mencakup berbagai peralatan vital mulai dari perlengkapan pelindung diri seperti helm, tameng, tongkat, dan body protector, kendaraan taktis berupa Armoured Water Cannon (AWC), security barrier, hingga peralatan operasional seperti gas air mata, pepper gun, megafon, alat perekam kamera, dan APAR portabel. Evaluasi ini bertujuan memastikan kesiapan personel dalam menerapkan metode pengendalian massa yang humanis, berstandar prosedur, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) saat menangani aksi unjuk rasa.
Selain aspek keamanan, tim juga mengkaji pelaksanaan program strategis bertajuk “Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan”. Program ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dengan penekanan khusus pada penguatan produksi dan distribusi jagung sebagai salah satu komoditas pangan strategis nasional.

Dalam sesi ini, tim berdiskusi langsung dengan para petani, penyuluh pertanian, dan perwakilan Bulog untuk memetakan peran Polri sebagai fasilitator, pengaman rantai pasok, dan pendamping masyarakat dalam mengamankan ketersediaan pangan di wilayah TTS.
Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Kegiatan supervisi dan penelitian ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kinerja serta profesionalisme Polri, baik dalam penanganan masalah keamanan maupun kontribusi terhadap pembangunan nasional. Diharapkan, hasil kajian ini akan menjadi bahan masukan strategis bagi pimpinan Polri guna menyusun kebijakan yang lebih efektif, adaptif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Humas Polres Timor Tengah Selatan

