Polri Untuk Masyarakat, Kapolres TTS Gerak Cepat Menuju ke TKP Bangunan Lama SD Inpres Oepula yang Runtuh

Polri Untuk Masyarakat, Kapolres TTS Gerak Cepat Menuju ke TKP Bangunan Lama SD Inpres Oepula yang Runtuh

Tribratanewstts.com - Sebuah tragedi menyayat hati terjadi pada Rabu (18/03/2026) sore hingga malam hari, ketika bangunan lama Sekolah Dasar Inpres Oepula yang sudah tidak digunakan sejak tahun 2023 runtuh. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 Wita tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan dua orang anak lain menderita luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Korban yang meninggal dunia di tempat adalah Noldi Kause (9 tahun), pelajar kelas 1 SD yang berdomisili di Oepula RT 012 RW 003 Dusun B Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Sedangkan korban luka berat adalah Juliana Nenohai (13 tahun), pelajar SMP dari alamat yang sama dengan korban meninggal, yang mengalami luka di bagian kepala belakang dengan jahitan sebanyak 4 kali dan lutut kanan dengan jahitan 8 kali. Selain itu, Mikael Jekson Nenoliu (9 tahun), pelajar yang tinggal di Oepula RT 013 RW 003 Dusun B Desa Nifukani, Kec. Amanuban Barat mengalami luka lecet pada bagian betis kiri dan punggung sebagai korban luka ringan.

Menurut saksi, Agustinus Talan (petani dari Desa Nifukani), sekitar pukul 17.30 Wita, ia mendengar suara dentuman keras yang berasal dari arah lokasi SD Inpres Oepula. Segera setelah itu, saksi berlari menuju lokasi dan menemukan bahwa bangunan lama sekolah tersebut telah runtuh. Diduga, sebelum kejadian terjadi, sekelompok anak sedang bermain sepak bola di halaman depan sekolah. Karena cuaca mulai gerimis, anak-anak tersebut memutuskan untuk berteduh di bawah bangunan lama yang sudah tidak digunakan tersebut sambil tetap bermain bola.

Ketika saksi tiba di lokasi, ia melihat Noldi Kause terkena runtuhan tiang sanggah bagian depan bangunan, yang menyebabkan korban meninggal dunia dilokasi runtuhan bangunan.  Selanjutnya, bersama dengan warga lain yaitu Mateos Nenoliu dan Yakobus Nenoliu, saksi melakukan pemeriksaan ke dalam reruntuhan dan menemukan Juliana Nenohai yang masih tertimpa puing-puing. Korban kemudian segera dievakuasi oleh warga dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara Mikael Jekson Nenoliu yang mengalami luka ringan mendapatkan penanganan awal dari warga setempat.

Informasi mengenai kejadian runtuhnya bangunan diterima oleh anggota piket Polres TTS pada pukul 18.43 Wita. Tidak lama kemudian, pada pukul 18.50 Wita, tim dari Polres TTS yang dipimpin langsung oleh Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen S.H., S.I.K., M.H., tiba di lokasi kejadian.

Tindakan awal dari Polres TTS setelah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, mengumpulkan data identitas korban serta saksi

Berdasarkan informasi yang diperoleh, bangunan lama SD Inpres Oepula tersebut dibangun pada tahun 1991 dan telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade. Karena kondisi fisik yang sudah tidak layak pakai, sejak tahun 2023 bangunan tersebut telah tidak digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Meskipun sudah tidak aktif digunakan, bangunan tersebut sering menjadi tempat bermain bagi anak-anak di dusun sekitar, terutama bermain sepak bola.

Diduga, penyebab utama runtuhnya bangunan adalah faktor usia yang cukup lama, dimana kayu-kayu penopang struktur bangunan sudah mengalami lapukan secara signifikan.

Kapolres TTS dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk mengklarifikasi seluruh faktor yang menyebabkan kejadian ini. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten TTS serta pemerintah lokal untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah lama lainnya di wilayah Kabupaten TTS yang berpotensi membahayakan masyarakat.

"Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Untuk kejadian ini, kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan juga mendorong pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah antisipatif agar tidak ada kejadian serupa yang terulang kembali," ujar Kapolres TTS