Latpraops Patuh Turangga 2026, Kapolres TTS Tekankan Disiplin Personel dan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
Tribratanewstts.com – Polres Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Patuh Turangga 2026 di Aula Rupatama Wicaksana Laghawa Polres TTS, Jumat (23/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres TTS, AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan juga menurunkan angka serta fatalitas k, menyamakan persepsi, serta memperkuat pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing satuan tugas agar pelaksanaan operasi berjalan optimal, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres TTS Kompol Osman Hendaru, S.I.P., M.M., Pejabat Utama (PJU) Polres TTS serta personel yang terlibat dalam Latpraops Patuh Turangga 2026.
Dalam arahannya, Kapolres TTS menegaskan bahwa kesiapan pelaksanaan operasi harus diawali dengan kedisiplinan dan keteladanan dari setiap personel Polres TTS. Ia meminta Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) melakukan penertiban terhadap anggota yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, khususnya terkait kelengkapan surat-surat kendaraan.
"Kesiapan pelaksanaan operasi harus diawali dengan kedisiplinan dan keteladanan dari setiap personel Polres TTS. Propam melakukan penertiban terhadap anggota yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, khususnya terkait kelengkapan surat-surat kendaraan", tegasnya.
Menurutnya, seluruh personel Polri harus terlebih dahulu menjadi contoh bagi masyarakat dalam menaati peraturan lalu lintas. Dengan demikian, pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026 dapat berjalan secara profesional dan tidak menimbulkan polemik akibat adanya personel yang tidak mematuhi aturan.
Kapolres juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Patuh Turangga pada tahun sebelumnya, termasuk hasil analisis dan evaluasi (Anev) serta hasil pengawasan operasi (Wasops). Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan, kendala, dan hambatan yang terjadi sehingga dapat diperbaiki dan ditingkatkan pada pelaksanaan operasi tahun ini.
Selain itu, Kapolres meminta Kasat Lantas beserta jajaran untuk melakukan pengecekan terhadap target operasi dan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Setiap kegiatan harus memiliki sasaran yang jelas, terukur, dan tepat sehingga pelaksanaan operasi dapat memberikan hasil yang maksimal.
“Seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Patuh Turangga 2026 agar mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hindari tindakan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik, serta laksanakan tugas secara profesional, proporsional, dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Kapolres dalam arahannya.
Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara serta terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
Usai arahan Kapolres, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari masing-masing satuan tugas, meliputi paparan Karendalops, Kasatgas I Preemtif, Kasatgas II Preventif, Kasatgas III Penegakan Hukum (Gakkum), serta Kasatgas IV Bantuan Operasi (Banops).
Melalui Latpraops Patuh Turangga 2026 ini, Polres TTS berkomitmen meningkatkan kesiapan personel dalam mewujudkan pelaksanaan operasi yang profesional, disiplin, dan humanis, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
#Polresttsdiberkatiuntukmemberkati

Humas Polres Timor Tengah Selatan

