Bentuk Mental Yang Sehat Dan Jiwa Yang Tenang, Polres TTS Laksanakan Bimbingan Psikologi Bagi Personel yang Mendapat Mutasi
Tribratanewstts.com- Di dalam Ruangan Konseling Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres TTS, suasana tampak khidmat namun hangat. Pagi itu, bukan latihan fisik atau apel rutin yang menjadi agenda utama, melainkan sebuah sesi penting bagi kesehatan mental dan kesiapan operasional: Bimbingan Konseling bagi Personel yang Mendapatkan Mutasi atau pindah tugas ke Bagian, Satuan Seksi serta Polsek jajaran Polres TTS.
Kegiatan dimulai dengan arahan dari Kapolres TTS melalui Kabag SDM Polres TTS AKP Mahdi Ibrahim, S.H., M.H. Kabag SDM menekankan bahwa mutasi bukanlah sebuah akhir, melainkan penyegaran organisasi dan pengembangan karier. Namun, disadari bahwa setiap perpindahan membawa beban psikologis tersendiri—baik itu karena harus meninggalkan keluarga, beradaptasi dengan lingkungan baru di pelosok TTS yang medannya menantang, hingga penyesuaian budaya kerja.
Tim psikologi dari Bagian SDM Polres TTS hadir sebagai fasilitator. Mereka membuka sesi dengan pendekatan yang humanis, meyakinkan setiap personel bahwa perasaan cemas, ragu, atau sedih adalah hal yang manusiawi.
Dalam bimbingan ini, para personel diajak untuk melakukan refleksi diri. Konselor menggunakan metode diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion). Beberapa personel mencurahkan tantangan yang akan dihadapi, seperti mutasi ke polsek jajaran yang memiliki akses geografis sulit.
Di sini, konselor berperan memberikan penguatan. Mereka memberikan teknik pengelolaan stres (stress management) dan cara membangun resiliensi (ketangguhan). Para personel diajarkan untuk melihat "peluang" di tempat tugas baru—kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat desa, memahami kearifan lokal suku Mollo, Amanatun, atau Amanuban, serta mengasah keterampilan kepolisian di lapangan yang sebenarnya.
Salah satu bagian paling menyentuh dalam sesi ini adalah pembahasan mengenai peran keluarga. Mutasi seringkali berarti jarak. Konselor memberikan tips komunikasi efektif bagi personel yang harus menjalani tugas jauh dari anak dan istri. Penekanan diberikan pada kualitas komunikasi, bukan hanya kuantitas, agar integritas pribadi dan keharmonisan rumah tangga tetap terjaga meski raga tak selalu bersama.
Menjelang akhir sesi, konselor menekankan kembali nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Personel diingatkan bahwa di mana pun mereka ditempatkan—apakah itu di satuan lalu lintas pusat kota Soe atau sebagai Bhabinkamtibmas di lereng Gunung Mutis—seragam yang mereka kenakan membawa amanah perlindungan dan pelayanan.
Bimbingan ditutup dengan sesi relaksasi dan doa bersama. Suasana yang tadinya penuh ketegangan berubah menjadi rasa optimisme. Para personel keluar dari aula dengan langkah yang lebih tegap. Mereka bukan lagi sekadar prajurit yang "dipindahkan", melainkan insan Bhayangkara yang siap menebar kebaikan di tempat baru.
Sementara itu, Kapolres TTS melalui Kabag SDM menjelaskan bahwa, melalui bimbingan konseling ini, Polres TTS menunjukkan komitmen bahwa sumber daya manusia adalah aset terpenting. Dengan mental yang sehat dan jiwa yang tenang, personel Polres TTS siap menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh pelosok kabupaten TTS.

Humas Polres Timor Tengah Selatan

